Penanaman Pagar Hidup : Singkong sebagai di Agro Edu Wisata Alpukat

Kegiatan penanaman pagar hidup dilakukan di kawasan Agro Edu Wisata Alpukat yang terletak di Desa Polokarto.

Indah Ayu Kusuma Ningrum

10/27/20252 min read

Mahasiswa GIAT 13 UNNES Desa Polokarto membantu melakukan penanaman pagar hidup
Mahasiswa GIAT 13 UNNES Desa Polokarto membantu melakukan penanaman pagar hidup

Polokarto, 23 Oktober 2025 - Kegiatan penanaman pagar hidup dilakukan di kawasan Agro Edu Wisata Alpukat yang terletak di Desa Polokarto. Inisiatif ini dipelopori oleh Direktur Bumdes Polokarto, Pak Bowo, bersama dengan sejumlah anggota Bumdes dan berbagai pihak yang terlibat. Pagar hidup yang ditanam menggunakan tanaman singkong ini bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan serta mendukung pengelolaan wisata pertanian yang ramah lingkungan.

Inisiatif Pembangunan Pagar Hidup

      Penanaman pagar hidup singkong ini merupakan salah satu inovasi dalam pengelolaan lahan yang bertujuan untuk menciptakan pagar alami sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Singkong, selain dikenal sebagai bahan pangan yang bernilai ekonomis tinggi, juga memiliki manfaat ekologis yang besar. Tanaman singkong dapat berfungsi sebagai pagar alami yang melindungi lahan dari erosi tanah dan menambah ketahanan terhadap perubahan iklim.

   Menurut Pak Bowo, Direktur Bumdes Polokarto, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mengembangkan konsep agro edukasi yang berkelanjutan. “Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, penanaman singkong sebagai pagar hidup juga menjadi bagian dari upaya kami untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pertanian yang ramah lingkungan,” ujar Pak Bowo.

Kontribusi BABINSA Polokarto
Kontribusi BABINSA Polokarto

Kolaborasi Antar Pihak

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa hingga mahasiswa yang terlibat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) GIAT 13 dari Universitas Negeri Semarang (UNNES). Pemerintah Desa Polokarto bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut berperan aktif dalam memfasilitasi dan mengarahkan jalannya kegiatan. Mereka juga turut membantu dalam penyediaan lahan serta logistik yang dibutuhkan untuk penanaman.

Mahasiswa KKN GIAT 13 UNNES juga memberikan kontribusi besar dalam kegiatan ini dengan membantu penanaman serta edukasi kepada masyarakat sekitar mengenai manfaat pagar hidup singkong dan bagaimana cara merawatnya. Selain itu, HIBAH UNS turut serta dalam penyediaan bibit dan dukungan teknis lainnya.

Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan

Penanaman pagar hidup ini tidak hanya bertujuan untuk mempercantik kawasan wisata agro edukasi, namun juga berfokus pada peningkatan kesadaran lingkungan. Singkong sebagai tanaman pagar hidup mampu memperbaiki kualitas tanah dan mencegah erosi, yang sangat penting di daerah dengan topografi yang curam. Selain itu, keberadaan singkong juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan dan sebagai bahan baku untuk produk olahan lokal.

Ke depannya, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lainnya untuk menggunakan tanaman lokal sebagai bagian dari upaya pengelolaan lahan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dalam konteks wisata agro edukasi, ini juga membuka peluang bagi pengunjung untuk belajar tentang pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Penanaman pagar hidup singkong di Agro Edu Wisata Alpukat ini menjadi contoh yang baik dalam kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam upaya menciptakan desa yang lebih berkelanjutan. Dengan adanya dukungan berbagai pihak, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi pembangunan desa, masyarakat, serta kelestarian lingkungan.